Hindari Bencana Hidrometeorologi, Jakarta Modifikasi Cuaca Hari Ini

Jakarta, Hit Club APK3 Indonesia

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta merencanakan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Senin (2/1), sebagai upaya mitigasi bencana

hidrometeorologi

di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

BPBD menjadwalkan empat sorti penerbangan OMC pada hari ini yang akan dimulai pada pukul 07.00 WIB.

“Senin, 2 Februari 2026, BPBD Provinsi DKI Jakarta merencanakan kembali pelaksanaan empat sorti penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca yang akan dimulai pada pukul 07.00 WIB, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan hasil evaluasi lapangan,” ujar BPBD dari keterangan resmi, Senin (2/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, BPBD mencatat pelaksanaan OMC sejak 30 Januari hingga 1 Februari 2026 telah mencapai sembilan sorti penerbangan dengan total jam terbang 13 jam 10 menit.

Adapun, bahan semai yang digunakan terdiri dari 4.000 kilogram natrium klorida (NaCl) dan 3.200 kilogram kalsium oksida (CaO).

BPBD DKI mengungkap, pada Minggu (1/2), telah dilaksanakan empat sorti penerbangan OMC menggunakan pesawat Casa 212-200 A-2105 milik TNI Angkatan Udara.

Menurutnya, pelaksanaan operasi berfokus pada wilayah yang berpotensi menjadi daerah pertumbuhan awan hujan, baik di wilayah perairan maupun daratan.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga Minggu sore, curah hujan tertinggi yang terukur di wilayah DKI Jakarta sebesar 13,2 milimeter atau masuk dalam kategori hujan ringan, yang terjadi di wilayah Jakarta Barat.

“Berdasarkan hasil evaluasi data curah hujan, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sejak 30 Januari hingga hari ini terindikasi mampu menurunkan curah hujan sebesar 23,85 persen,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji.

Lebih lanjut, BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

“Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk meminimalisir risiko genangan dan banjir,” lanjut Isnawa.

(nat/mik)

[Gambas:Video Hit Club APK3]

Baca lagi: RI Kaya Sawit, Prabowo Pede RI Bisa Jadi Produsen Avtur Nomor 1 Dunia

Baca lagi: Xanh SM Hadirkan Ride-Hailing Listrik dan Lapangan Kerja Berkelanjutan

Baca lagi: Thailand Berencana Bangun Disneyland Pertama di Asia Tenggara

Kamu mungkin juga menyukai: